December 30th, 2016

Khutbah Jumaat : “Membanteras Gejala Sosial Tanggungjawab Bersama ”

Petikan Khutbah Jumaat : 30 Disember 2016 JAIS

 “Membanteras Gejala Sosial Tanggungjawab Bersama ”

Sesungguhnya Al-Quran dan As-Sunnah telah memberikan panduan kepada umat manusia dalam semua aspek kehidupan samada yang berkaitan dengan akidah, ibadah, muamalah mahupun akhlak dan adab sesama manusia.

jais.jpgHanya dengan berpandukan Al-Quran dan As-Sunnah manusia akan selamat di dunia dan di akhirat.

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Malik daripada Anas bin Malik R.Anhu bahawa Nabi SAW bersabda; ْ “Aku tinggalkan kepada kamu semua dua perkara yang kamu tidak akan sesat selamanya iaitu kitab Allah dan sunnahku”.

Sebagai umat Islam, adalah menjadi kewajipan kepada kita semua untuk membanteras kemungkaran-kemungkaran yang berlaku di sekeliling kita.

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim daripada Abu Said AlKhudri R.Anhu bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud; “Sesiapa di kalangan kamu yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, sekiranya ia tidak mampu maka hendaklah mengubah dengan lisannya, sekiranya tidak mampu maka hendaklah dengan hatinya, yang demikian itu adalah selemah-lemah iman”.

Perkara utama yang harus ditekankan dalam usaha membanteras gejala sosial adalah dengan memberikan teguran dan nasihat yang baik kepada mereka yang terlibat dengan perkara-perkara kemungkaran.

Ini berdasarkan firman Allah SWT dalam surah Al-Nahl ayat 125;“Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah juga yang lebih mengetahui akan orangorang yang mendapat hidayah petunjuk”.

Sememangnya memberi teguran dan nasihat kepada mereka yang terlibat dengan masalah sosial ini bukanlah suatu perkara yang mudah. Apatah lagi latar belakang mereka yang kebanyakannya tidak mendapat pendidikan agama secukupnya samada daripada ibubapa ataupun institusiinstitusi pendidikan.

Maka tidak hairanlah apabila kita dapati ada dikalangan kita hari ini tidak tahu membezakan antara perkara yang hak dan yang batil, makruf dan mungkar. Bagi mereka, apa yang diinginkan hanyalah untuk keseronokan hidup mereka sahaja.

Firman Allah SWT dalam surah Al-Anfal ayat 25;  “Dan jagalah diri kamu daripada (berlakunya) dosa (yang membawa bala bencana) yang bukan sahaja akan menimpa orang-orang yang zalim di antara kamu secara khusus (tetapi akan menimpa kamu secara umum). Dan ketahuilah bahawa Allah Maha Berat azab siksa-Nya”.

Sesungguhnya tugas dan tanggungjawab membanteras gejala sosial yang berlaku di sekeliling kita adalah merupakan suatu tuntutan agama. Ini berdasarkan firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 104; "Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya”

Sebagai sebuah masyarakat muslim, setiap individu berkewajipan mengambil tahu dan membuat aduan sekiranya terdapat perkara-perkara yang bertentangan dengan Islam kepada pihak berkuasa atau pegawai masjid untuk tindakan lanjut.

Setiap individu dan organisasi di dalam masyarakat harus memainkan peranannya masing-masing. Namun ia mestilah dilaksanakan secara bersepadu, ikhlas dan bertanggungjawab.

Bagi setiap individu muslim, mereka perlu menunjukkan tauladan yang baik di dalam masyarakat samada dari sudut perbuatan mahupun perkataan.

Perbuatan dan tingkahlaku kita mestilah bertepatan dengan syariat Islam. Imej dan akhlak Islam mestilah ditonjolkan sebagai sesuatu yang terbaik agar dapat menghapuskan gejala mungkar yang sudah meresap masuk ke dalam jiwa anak-anak remaja kita.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan, dan melarang daripada berbuat kejahatan; dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana”. (al-Taubah : 71).

jais.jpg

Friday Sermon Text How Would Our End Be?

Friday Sermon Text 30 December 2016AD / 30 Rabiulawal 1438H JAWI

How Would Our End Be?

We are now approaching the end of the year, which will come to a close soon. We will move into the new year of 2017. As it is every year, preparations to welcome the New Year is being meticulously planned.

jawi_logo.jpgThe reminder made by Allah SWT in Surah Al-Hashr, verse 18: Which means: “O, you who believe! Fear Allah, and let every soul look to what (provision) He has sent forth for tomorrow (judgement day). Yes, fear Allah: for Allah is wellacquainted with (all) that you do.”

Imam At-Tirmidhi Rahimahullah recorded the words uttered by Sayiddina Umar bin AlKhattab RA: وا ُ تحَا ََب ُ ُسَكُ ْم قَبْ َ ِ َأ ْن وا َأنْف ُ حَا َِب Which means: “Judge yourselves before you are judged.” True, before we are judged in front of Allah SWT in the Hereafter, it is better to evaluate ourselves in this world, so that we can correct our mistakes and have the opportunity to become better than before. What Umar Al-Khattab meant as a reminder is the Hereafter. That is the day where all deeds are displayed as either a reward or a burden of sin.

We should reflect on some ways to ensure that our welfare and success is recognized and rewarded in the Hereafter. Among the ways are:

First: Ponder and reflect on where we came from. Indeed, our existence on this earth is accorded by the grace and love of Allah SWT.

Allah SWT stated in Surah Al-Mukminun, verses 12 to 14:Which means: “Man, We did create from a quintessence (of clay); Then We placed him as (a drop of) sperm in a place of rest, firmly fixed; Then We made the sperm into a clot of congealed blood; then of that clot We made a (foetus) lump; then we made out of that lump bones and clothed the bones with flesh; then we developed out of it another creature. So blessed be Allah, the best to create!”

Therefore, after knowing the fact that we are all created by Allah SWT, we should be grateful and love Allah SWT even more than anything else.

Second: Reflect on our purpose in this world. Allah SWT did not create human kind in vain. We have a responsibility towards Allah SWT to fulfil His rights, which is to worship only Him and to obey His commandments, while also abstaining from all that He has prohibited.

in the hadith recorded by Imam Muslim rahimahullah, and narrated by Abu Hurairah RA, where Rasulullah SAW was reported to have said: Which means: “Do not envy one another, and do not inflate prices for one another, and do not hate one another, and do not turn away from one another, and do not undercut one another in trade, but [rather] be servants of Allah and brothers [amongst yourselves]. A Muslim is the brother of a Muslim: he neither oppresses him, nor fails him, nor lies to him, nor holds him in contempt. Taqwa (piety) is right here [and he pointed to his chest three times]. It is evil enough for a man to despise his Muslim brother. A Muslim is inviolable for another Muslim: his blood, his property, and his honour.”

Therefore, if we have made a mistake against another human being, apologize immediately and try to repair the damage that was done to the relationship to make it even closer, because everything that we do will be judged in the afterlife.

Third: Reflect upon our fate after death. When we are left alone in the grave, how do we have to contend with the angels who come to question us? On the Day of Judgment, we shall be raised and judged based on our deeds.

There, everything shall be revealed, whether we were good or bad while living in this world. Allah SWT warned us through Surah Al-Isra, verse 21:Which means: “See how We have bestowed more on some than on others; but verily the Hereafter is more in rank and gradation and more in excellence.”

To end today’s sermon, let us reflect and ponder upon its conclusions, so that we can use them as our reminder and guidance.

First: People who seek real faith and conviction shall always ponder and assess themselves first, to see in what position he is actually in, whether on the path blessed by Allah SWT or otherwise.

Second: Death and the Hereafter are the best points of assessment of being a servant of Allah SWT.

Third: Treat the commands and prohibitions set by Allah SWT, as well as our actions and relationships with other people as our points of assessment.

Reflect upon the words of Allah SWT in Surah An-Najm, verse 31:Which means: “Yes, to Allah belongs all that is in the heavens and on earth: so that He punishes those who do evil, according to their deeds, and He rewards those who do good, with what is best.”